Mahasiswa, Kreasi, Inovasi

Mahasiswa adalah saya, yang sedang menempuh kuliah di ITB ini. Mahasiswa berbeda dengan siswa, sebutan untuk pelajar dari TK hingga SMA. Karena “maha” dari mahasiswa sendiri dapat diartikan bahwa kami merupakan orang-orang yang paling bertanggungjawab dalam kemajuan bangsa ini. Kampus, adalah tempat dan wadah bagi mahasiswa untuk menggali kreativitas dan melakukan inovasi. Untuk itu kita memerlukan tempat yang tepat.

Saya sendiri bersyukur memilih untuk berkuliah di ITB. ITB merupakan kampus yang sangat kreatif. ITB selalu menggali kreativitas mahasiswanya dengan mengadakan acara-acara dan kegiatan yang menarik dan berbeda. Saya berkuliah di jurusan Bisnis dan Manajemen. Mungkin anda berfikir bahwa itu sangat membosankan, penuh dengan angka, dan tidak ada hubungannya dengan kreativitas dan inovasi. Tapi jangan salah, disini justru kreativitas dan soft skills kami sangat digali agar dapat menciptakan inovasi di dunia ini.

Penggalian kreativitas ini ditunjukan oleh mata kuliah yang ada di SBM-ITB sendiri. Pertama, kami belajar performance art dalam 3 semester. Kami diajarkan bagaimana untuk menampilkan sesuatu yang berbeda didepan publik, sesuatu yang out of the box, menyajikannya dengan kreatif, dan menambah rasa percaya diri.

Kreativitas sendiri memiliki 5 level :

1.  Existensial

Kreatif menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada

2. Relational / Communicational

Mengkomunikasikan kreatif existensial agar produk diketahui oleh orang lain

3. Instrumental

Menciptakan suatu alat/instrumen yang bila orang memanfaatkannya orang itu menjadi kreatif

4. Orientasional

Menjadikan kreativitas level-level sebelumnya jadi bermanfaat bagi masyarakat

5. Inovasional

Kreatif yang menciptakan kreativitas dan inovasi baru

Selain itu, kami juga banyak belajar dari mata kuliah IBE. Disini kami belajar bagaimana bisnis sebenarnya. Kami menggali ide-ide agar bisa menciptakan inovasi baru terhadap suatu produk, yang kreatif dan belum pernah ada di dunia. Salah satu produk company saya, Aidia Company yang sangat saya banggakan adalah clap lamp. Kami berhasil berfikir out of the box dengan menciptakan sebuah lampu yang menggunakan sensor suara. Selain itu design lampu yang sangat menarik dan inovatif membuat lampu ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sebuah memo. Kami berhasil mengatasi masalah yang sering dialami orang-orang, yaitu malas bergerak atau mematikan lampu ketika ingin tidur, tetapi tidak bisa tidur apabila lampunya menyala.

Inovasi sendiri memiliki 4 level :

1. Inovasi teknologi

2. Inovasi proses

3. Inovasi produk/jasa

4. Inovasi business model

Seperti sudah saya bahas sebelumnya, untuk menemukan inovasi, kita harus menggali kreatifitas yang kita miliki. Akan tetapi, ada beberapa masalah yang dapat menghambat mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif. Mahasiswa pada saat ini sangat malas untuk berfikir, malas untuk bertanya, dan malas untuk mencoba. Banyak mahasiswa yang sebenarnya memiliki bakat dan kreativitas yang tinggi, tapi terpendam karena rasa malas tersebut dan lingkungan yang tidak mendukung.

Hal ini dapat diatasi dengan rasa percaya diri yang tinggi, gigih dalam mencapai tujuan, dan berani untuk mencoba. Mahasiswa terlalu pasrah akan produk dan teknologi yang sudah ada. Sikap mudah puas membuat mereka malas untuk berfikir kreatif dan inovatif, dalam membua inovasi-inovasi baru. Mahasiswa juga merasa bahwa mungkin ide mereka akan mendapat penolakan dari lingkungan sekitar. Dan ketika mereka mengemukakan ide-ide yang dimiliki, kadang ide tersebut stak atau berhenti ditengahjalan karena ada masalah-masalah yang timbul dan mereka rasa tidak dapat dihadapi. Untuk itu, hal teroenting adalah kita harus memupuk rasa percaya diri yang tinggi dan berani mencoba. Kita harus yakin bahwa kita dapat membawa perubahan dalam dunia ini, dan tidak boleh menyerah dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul di perjalanan.

Mengenai “The world is flat”, buku karya Thomas Friedman, seorang kolumnis di The New York Times. Friedman membahas tentang globalisasi versi baru. Dengan adanya globalisasi, kita harus terus menciptakan inovasi untuk masa mendatang untuk kemajuan bangsa ini agar tidak tertinggal dari bangsa lainnya. Kita harus menyadari bahwa dunia ini berubah, jadi kita pun harus berubah dengan melakukan inovasi-inovasi baru dan berfikir secara kreatif. Apabila kita tidak segera menyadari perubahan yang terjadi di sekeliling kita dengan cepat, maka kita akan menjadi sebuah bangsa yang semakin terpuruk ke dalam jurang kehancuran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: